Pages

Labels


33didada.blogspot.com: Kadang ada sesuatu yg tak harus dikatakan tapi harus dimengerti
Diberdayakan oleh Blogger.

KENANGAN : Rekor Jumlah Penonton , Final Divisi Utama Psms vs Persib era Perserikatan 1985

Harian kompas dan majalah tempo menulis pertandingan yang harus diselesaikan melalui adu tendangan penalti tersebut disaksikan oleh 150.000 penonton , sementara tabloid BOLA menulis final diskasikan lebih dari 125.000 penonton.

#82ThPERSIB

14 MARET 2015 sejak dinihari tadi, seperti yang sudah diperkirakan.....status mengucapkan selamat ulang tahun PERSIB yang ke-82 menjadi hal yang jamak di berbagai media sosial, Jauh sebelum trend media sosial merajalela beberapa tahun belakangan ini sebenarnya ritual selamat-selamatan ini pun telah terjadi dikalangan bobotoh yang memiliki akses untuk mengekspresikan rasa suka citanya

Genetika Real Madrid Dan Chelsea Pada Persib

Genetika berasal dari kata serapan bahasa Belanda: genetica, adaptasi dari bahasa Inggris: genetics, dibentuk dari kata bahasa Yunani: γέννω, genno yang berarti “melahirkan”. Adalah cabang biologi yang mempelajari pewarisan sifat pada organisme maupun suborganisme (seperti virus dan prion)

SIAPA PRABU SILIWANGI?

Bagi masyarakat Sunda atau Jawa Barat, siapa yang tidak mengenal nama Prabu Siliwangi. Raja Pajajaran yang identik dengan Harimau Putih itu dikenal sebagai salah satu raja sakti yang pernah dimiliki oleh negeri Pasundan (Jawa Barat). Nama Prabu Siliwangi sendiri sesungguhnya adalah nama lain dari Pangeran Pamanah Rasa

SEJARAH PERSIB

Sebelum bernama Persib, di Kota Bandung berdiri Bandoeng Indische Voetbal Bond (BIVB) pada sekitar tahun 1923. BIVB ini merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum nasionalis pada masa itu. Tercatat sebagai Ketua Umum BIVB adalah Mr. Syamsudin yang kemudian diteruskan oleh putra pejuang wanita Dewi Sartika, yakni R. Atot.

Tampilkan postingan dengan label BOBOTOH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BOBOTOH. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Maret 2015

Apollon Ikut Konvoi Bobotoh di 82 Tahun Persib

Apollon Lemondzhava belum jadi pemain Persib. Tapi, striker asal Georgia itu sudah larut bersama bobotoh yang tengah memperingati hari jadi ke-82 Persib.

Pada Sabtu (14/3/2015) siang, Apollon meng-upload videonya ketika dibonceng bobotoh dalam konvoi ke Mes Persib.

"Dropped of at the mass #Convoi with #Bobotoh #Vikings #82thPersib #Leggo," tulis striker berusia 24 tahun itu di akun @Apollonsta.

Ketika Putra Sang Panglima Menghipnotis Tribun

Oleh : Mahasiswa Yang Belum Lulus

Tak terasa hari sudah mulai meninggalkan momen itu, ya momen dimana saya dan ribuandulur-dulur saya (BOBOTOH) ikut mengantarkan sang PANGERAN BIRU bertarung untuk menuju singgasana tertingginya Selasa 04 November 2014 dimana dihari tersebut saya harus meninggalkan bimbingan skripsi saya, meninggalkan satu pekerjaan saya sebagai pengamen, dan meninggalkan teman hati saya (AYA?? Insya Allah Aya hehehe), dan dimana saya tidak memberi tahu ibunda tercinta, sampai ibu saya pun kaget ketika tahu kalau saya sudah ada di kota pempek, dan yang membuat saya takut adalah ketika ibu saya membuat status di PM BBM (Personal Message) seperti ini “Rupi-rupi nya, miwarang soteh KULIAH sanes miwarang janten BOBOTOH!!! tapi entah kenapa pada saat itu, saya seolah-olah tidak menghiraukan status bbm ibu saya, karna yang saya pikirkan adalah fokus untuk mendukung PERSIB, (heheh hapunten nya mamah, da PERSIB na tos JUARA, hehehehehe) dan entah kenapa tidak ada rasa penyesalan sedikitpun dalam diri saya untuk meninggalkan segala sesuatu yang bisa saya lakukan di Kota Kembang Bandung.

Di hari itu, rasa lelah, “Nyeri awak” setelah kurang lebih 25 jam perjalanan menuju Kota Palembang hilang dengan seketika, saya bersama semua BOBOTOH di istirahatkan di sebuah tempat Paguyuban Orang Sunda di Palembang. Hari pun sudah mau menginjak sore, dan kami pun diberangkatan menuju Gelora Jakabaring. Sesampainya disana, tepatnya di area “Aquatic Jakabaring Center” saya melihat sosok anak kecil yang duduk di di atas pagar area itu sambil mengayunkan kedua kakiknya, dan banyak orang yang memanggil anak itu “JAY… JAYA…” JAY difoto JAY..” dengan polosnya raut muka dan tatapan mata yang penuh keceriaan, anak itu menengok pada orang yang memanggil namanya.

JAYA?? Oh itu yang namanya JAYALAH PERSIBKU putra Alm. Mang Ayi, saya tau Almarhum, tapi saya adalah orang yang kurang beruntung karna saya tidak terlalu dekat dengan beliau. Jujur, melihat langsung putra beliaupun baru saat itu, tapi saya merasa jadi lebih dekat dengan Alm, merinding… sumpah saya sempat terdiam terus menatap wajah polos putra sang panglima, melihat senyum sumringah Jaya. Rasa lelah saya benar-benar terobati, dan berubah menjadi rasa kagum, penasaran terhadap putra panglima yang sering di sapa Jaya itu.

Setelah memasuki stadion, dan menunggu tarung PERSIB melawan Arema, saya di buat merinding oleh sosok anak yang tadi saya lihat duduk di atas pagar Aquatic Jakabaring Center, Jaya… ya saya melihat dia lagi, tapi bedanya pada saat itu saya melihat dia berdiri di tempat dirigen supporter yang terbuat dari besi yang biasa dipakai untuk merenovasi bangunan, saat itu jaya dan ribuan bobotoh membuka baju, karena status bobotoh masih dalam keadaan terhukum komdis PSSI dan terpaksa kita mendukung Persib tanpa menggunakan atribut. Saat itu saya dibuat merinding berkali-kali oleh putra panglima, ketika Jaya memimpin ribuan bobotoh dan berteriak PERSIB BANDUNG…. “prok..prok..prok…prok..prok.. (serta suara terompet tangan dan suara tambur yang bergema) berulang-ulang di gemakan.

Saya tak henti-henti untuk memotret putra sang panglima yang telah membuat saya kagum, dan mampu menghipnotis tribun. Anak seumuran Jaya yang seharusnya ada di rumah, mengerjakan PR, atau duduk manis sambil menonton televisi, ini malah ada di tengah-tengah ribuan Bobotoh, salut untuk Jaya, dan menjadi nakhoda di tribun selatan stadion Jakabaring Palembang. Sumpah saya baru pertama kali ini melihat ribuan supporter yang di komando oleh seorang anak kecil, mungkin menurut saya sebagai orang awam, ini terjadi hanya ada di supporter
PERSIB, tapi tidak tahu juga sih heheh.

Ada sebuah nyanyian yang dikomando oleh Jaya dan membuat saya tertawa, nyanyian yang ini  “Abang tukang baso mari-mari sini saya mau beli” berkali kali di nyanyikan (ini bukan nyanyian rasis loh ini lagu anak-akak) dan juaaraaa lahh hahaha. Satu tribun di jakabaring benar-benar di hipnotis oleh putra sang panglima, sampai peluit pembuka pintu final di tiup oleh wasit, jaya pun tetap berdiri di tempat dirigen, dan mengomando lagu “SAKITNYA TUH DISINI DI DALAM HATIKU” dan lagu “MEONG…MEONG…MEONG…” saya yakin yang berada di tribun pada saat itu merasakan hal yang sama seperti saya. Menurut saya kehadiran Jaya di Jakabaring adalah pengobat rasa rindu kita (BOBOTOH) terhadap sosok Alm. Mang AYI BEUTIK.

Terimakasih Putra Panglima JAYALAH PERSIBKU, Terimakasih sudah menghipnotis tribun, dan terimakasih telah membuat saya menjadi merasa lebih dekat dengan sosok Alm. Mang AYI BEUTIK. Sing soleh, bageur, pinter, cageur, tetap JAYA untuk PERSIB. PERSIB JUARA!!!

 

Jumat, 13 Maret 2015

BOBOTOH "HIDAYAH" TERINDAH

Ditulis oleh: 
Ekomaung Noer Kristiyanto

Terkadang sempat terpikir betapa meruginya diri penulis andai tidak dibesarkan di Bandung dan mengenal apa itu PERSIB. Ya, beruntunglah kawan-kawan kita semua yang telah mendapat “hidayah” menjadi seorang bobotoh PERSIB, tak dapat dipungkiri itulah salah satu karunia terindah yang pernah diberikan oleh-Nya bagi mereka yang merasakannya.
Mengapa menjadi bobotoh begitu istimewa dan luar biasa? Bukankah sama saja dengan mereka yang mengaku dirinya jakmania,aremania,persikmania,viola dll.Dengan lantang dan tegas, mereka yang merasa dirinya bobotoh akan menjawab “beda!”.
Secara arogan akan muncul begitu banyak argumen tentang mengapa menjadi bobotoh jauh lebih “suci” dan “sakral” jika dibandingkan menjadi suporter sepakbola lain ditanah air ,namun jika kita kaitkan dengan kata “hidayah” diatas yang merujuk kepada sebuah petunjuk dari Tuhan, tidak direkayasa dan muncul tanpa paksaan.Maka “hidayah” yang berkonteks dalam ranah fanatisme murni supporter sepakbola tentang kecintaan terhadap klub akan sangat mudah kita arahkan kepada PERSIB dan bobotohnya.
Jauh sebelum lahirnya kelompok supporter bernama Viking (yang konon total anggotanya mencapai 40.000 orang), PERSIB telah dikenal memiliki begitu banyak pendukung fanatik(baca: bobotoh-red) yang tersebar terutama di Jawa Barat yang dalam beberapa pertandingan stadion senayan yang berkapasitas 100.000 tempat duduk pun tak mampu menampung animo mereka. Dalam artian jika Viking yang merupakan bagian kecil dari bobotoh saja berjumlah demikian banyak, bayangkan jumlah total bobotoh terhitung sejak Viking belum dideklarasikan pada tahun 1993,ini berbeda dengan kelompok supporter lain yang hadir karena memang direkayasa dengan cara deklarasi,sengaja mengumpulkan massa atau bagaimanapun caranya,biasanya supporter jenis ini pada awalnya memang berbentuk organisasi, barulah banyak anggota yang bergabung. Sebagai ilustrasi, lihatlah supporter-suporter klub yang muncul beberapa tahun kebelakang, mana ada yang mengenal supporter persik adalah persikmania,supporter persija adalah jakmania,supporter arema adalah aremania pada kurun 10 tahun yang lalu, karena dapat dikatakan massa mereka tidak identik,melainkan hanya segelintir simpatisan saja, misalkan saja aremania bubar tentunya tak akan ada yang namanya supporter khas arema malang, ataupun benteng viola tidak lagi eksis tentunya persita tak memiliki lagi pendukung identik distadion,begitupun dengan kelompok-kelompok supporter lainnya, andai saja kelompok-kelompok supporter yang muncul karena “trend” dikota-kota di tanah air ini bubar maka dapat dipastikan tak ada lagi pendukung yang identik dengan klub bersangkutan berdomisili, namun tentunya ada beberapa perkecualian setidaknya untuk kota-kota yang sejak awal memang memiliki tradisi sepakbola yang mengakar dan dikenal memiliki pendukung fanatik dengan jumlah banyak seperti Medan,Bandung,Surabaya dan Makasar.Misalkan saja Viking terpaksa bubar, tentunya yang namanya bobotoh akan tetap ada dan siap membirukan stadion saat PERSIB berlaga,begitupun pula jika persebaya fansclub,fazters ataupun YSS gulung tikar,yang namanya bonek tentunya tetap banyak dan selalu ada untuk mewarnai langkah Persebaya, hal yang sama berlaku andai saja KAMPAK di Medan ataupun Maczman di Makasar lenyap dari bumi nusantara,supporter-suporter alami dan simpatisan mereka yang fanatik tetap akan selalu ada seperti era perserikatan dahulu.
Menjadi bobotoh memang seakan menjadi takdir dan dorongan alami saat seseorang melihat ayah,kakek, atau lingkungan sekitar begitu kental dan selalu membicarakan tentang sepakterjang “sang idola”,PERSIB Bandung. Bahkan sulit menceritakan kapan persisnya seseorang jatuh hati kepada PERSIB, karena rasa itu seakan hadir dan melekat secara alamiah dalam perjalanan hidup seorang bobotoh.Rasa itu hadir tanpa perlu dideklarasikan,diorganisir dan direkayasa dalam segala keterikatan formal.Jika saja saat ini muncul kelompok supporter seperti Viking, toh itu hanya karena kebutuhan saja, karena jumlah anggota dan banyak hal yang perlu distrukturisasi, jauh sebelum dan tanpa itu pun mereka tetap bobotoh yang hingga kapan pun memiliki keterikatan emosional dengan bobotoh non-Viking, jadi bukan ketika menjadi anggota Viking seseorang dianggap menjadi bobotoh PERSIB,namun ketika yang bersangkutan mulai terpikat oleh pesona PERSIB,dapat dipastikan sebelum bobotoh berbaju fansclub dia tentu telah menjadi seorang bobotoh,jikalau memutuskan bergabung dengan bendera fansclub itu hanyalah sebuah pilihan yang mempertimbangkan banyak faktor seperti kawan, territorial, gaya hidup dll….namun satu yang pasti ,menjadi bobotoh bukanlah sebuah pilihan, bobotoh adalah “hidayah”, mungkin itulah kata yang paling tepat, dalam konteks unik ala supporter tentunya.


Minggu, 08 Maret 2015

Bobotoh myanmar menyambut "pangeran Biru"

Persib Bandung memiliki fans fanatik yang dikenal sebagai bobotoh. Jangkuan kebesaran nama klub kebanggan Jawa Barat ini bahkan sudah sampai ke luar negeri, paling tidak hingga ke negara ASEAN, seperti Myanmar misalnya.

Karena itu, momen lawatan Persib Bandungke markas Ayeyawady United di Stadion Youth Training Centre, Myanmar Rabu (11/3/2015) mendatang dalam laga lanjutan Grup H Piala AFC 2015, jadi moemntum pas bagi bobotoh di sana untuk berpartisipasi memberikan dukungan.

Erie Erlanda Hendarwin seorang bobotoh di Myanmar, menyebutkan rencana mereka menyambut tim kesayangannya saat melawat ke Myanmar.

"Rencananya begitu (akan menyambut). Ini sebagai pelepas rindu juga, selain ingin mendukung Persib Bandung supaya tidak jago kandang. Saatnya Persib Bandungberjaya di kompetisi Asia," kata Erie, Jumat (6/3/2015) dilansir persib.co.id.

Erie merupakan seorang arsitek yang sudah sekitar enam tahun bekerja di Myanmar. Meski tengah berada di tanah rantau, Erie mengaku selalu mengikuti perkembangan tim Maung Bandung.

Erie mengatakan, animo Bobotoh di Myanmar tetap ada meski jumlahnya tak banyak. Apalagi pada pertandingan nanti dirinya akan menyempatkan hadir di stadion bersama beberapa Bobotoh lainnya.

"Setahu saya di sini situasi persepakbolaan lebih kondusif. Tidak ada anarkis dan rasis. Semuanya menikmati suguhan sepak bola sebagai hiburan. Saya pun melihat Bobotohsudah jauh lebih santun. Semoga setelah juara Indonesia, Persib juara Asia. Bobotoh-nya juga juara, Persib Salawasna," kata alumnus arsitekur Unpar ini.

Kedatangan Persib di Yangoon, Minggu (8/3/2015), mendapat sambutan bobotoh yang ada di Myanmar. Beberapa di antaranya merupakan staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di negara tersebut yang hadir ke Bandara Internasional Yangon.

Dilaporkan laman resmi Persib, Minggu (8/3/2015), rombongan Maung Bandung tiba di bandara sekitar pukul 20.15 waktu setempat atau sekitar 19.45 WIB. Rombongan pun dikawal Bobotoh langsung ke hotel yang kurang lebih memakan waktu sekitar 20 menit.

Salah satu Bobotoh yang hadir, Erie Erlanda Hendarwin mengaku akan total mendukung tim kesayangannya ini saat menghadapi Ayeyawady United pada laga lanjutan Grup H Piala AFC di Stadion Youth Trainning Centre Yangon, Myanmar.

“Siap total demi PERSIB. Kita sengaja datang menjemput, ini sebagai dukungan moril kita kepada tim agar dapat tampil bersemangat nanti,” katanya.


Sabtu, 07 Maret 2015

RIDWAN KAMIL BOBOTOH SEJATI


°
Lain AHOK lain pula RIDWAN KAMIL. Yang mempersatukan mereka adalah sama-sama pemimpin yang hadir dari rahim demokrasi langsung ala Indonesia. 

Ridwan Kamil Walikota Bandung lulusan Berkeley, Amerika Serikat. Ia terpilih menjadi Walikota Bandung sejak 23 Juni 2013.

Ridwan Kamil tak diragukan lagi identitasnya, asal-usulnya, ras, suku apagi  agamanya berbeda sekali dengan AHOK. Meskipun mengenyam pendidikan ala Luar Negeri, tidak menjadikan Ridwan Kamilkehilangan kecintaan terhadap Kota Bandung atau Kota Kembang. 

Bandung merupakan kota untuk berlibur menikmati hawa dingin dan suasana yang asri bagi warga Jakarta sejak jaman Belanda masih hadir di bumi pertiwi Indonesia. Kecantikan Wanita Bandung menurut hemat saya juga sedikit diatas rata-rata ditambah daya atraktif alami yang dimiliki oleh mojang priyangan. Hal ini sesuai dengan julukan BANDUNG sebagai Ibu kota Periyangan yang memiliki arti negeri para dewa dan dewi, wajar sajalah keindahan jasmani melekat pada masyarakatnya.

Keberpihakan Ridwan Kamil pada apa yang disebut mulia, manis, layak dipuji, sedap di dengar atau kata kuncinya keindahan membuatnya tidak kesulitan meniti karier sebagai ARSITEK KELAS DUNIA yang karya-karyanya sudah diakui di luar negeri. Profesi asal sebagai arsitek ini pula yang membawanya berhasil mencalonkan diri dan terpilih menjadi walikota Bandung.

Ridwan Kamil RELA Buligir bersama BOBOTOH dan VIKING


Bagi beberapa orang aksi Buligir Ridwan Kamil mungkin terasa janggal dan aneh. Sebagai catatan bagi pembaca yang bukan berasal dari Jawa Barat, BULIGIR artinya telanjang dari perut ke atas

Walikota Bandung Ridwan Kamil membuka bajunya, hampir semua bobotoh sekarang yakin bahwa RK adalah bobotoh Persib sejati bukan pencitraan. Alasan utama kenapa sampai membuka baju karena demi mendukung Persib atas ketidakadilan PSSI menghukum bobotoh untuk tidak memakai atribut ketika bermain tandang. Di tulisan kali ini sedikit ingin berbagi bukti-bukti bahwa RK adalah bobotoh sejati.
di luar stadion jakabaring pada saat pertandingan semifinal Persib vs Arema.

Bagaimana komentar kang Emil, banyak awak media bertanya tanya dan begini komentarnya

“Ibu saya nasehatin saja jangan sering-sering,” kata Emil

“Saya melakukan itu bukan karena fanatik buta. Setiap tindakan saya pasti ada komentar, tapi saya penuh perhitungan,” 

“Mungkin tidak akan terulang lagi karena Jumat (final ISL), saya kasih baju para bobotoh yang kurang baju,” katanya.
Dari akun twitter resminya @ridwankamil 

(6 November 2014) beliau menegaskan
“Jadi #buligirday tadi di Jakabaring tuh bukan iseng gaya2an, tapi keterpaksaan yang mempersatukan”

sebelumnya beliau juga berkicau di twitter
“saat atribut tidak boleh, bobotoh tadi rata2 tdk punya baju ganti kec topless, ktk memanas sy cb menenangkn dg solider kpd mereka, itu saja.”

Aksi ini tentunya bukan tanpa kecaman. Tapi inilah bentuk apresiasi dan kecintaan seorang RIDWAN KAMIL bagi tim sepak bola kebanggaan Jawa Barat. Buligir merupakan ekspresi bahasa cinta dan solidaritas bagi seorang RIDWAN KAMIL terhadap Kota Bandung tercinta. Ber-buligir-ria mungkin pula merupakan bentuk keindahan yang orang awam sedikit sulit untuk memahaminya.


Berani seperti Ridwan Kamil? ha... ha... ha...

Hidup Bobotoh, hidup Viking, Hidup Ridwan Kamil...

Berikut sedikit gambaran RK Bobotoh sejati :



RK bersama panglima Viking (alm) dibonceng untuk menyaksikan Persib ke jalak harupat.


Beliau memilih tidak di tribun VIP dan antri membeli tiket serta bergabung bersama bobotoh lainnya sambil menikmati nasi bungkus.



foto kecintaannya terhadap Persib di New York pada 26 Desember 2013.



Jumat, 06 Maret 2015

BOBOTOH?

BOBOTOH adalah sebutan untuk pendukung klub sepak bola Persib Bandung. Nama ini berasal dari bahasa Sunda yang berarti orang-orang yang mendorong atau membangun semangat bagi orang lain.

-KEANGGOTAAN

Meskipun Persib memiliki kepanjangan Persatuan Sepakbola Indonesia Bandung, pendukungnya tidak sebatas dari Kota Bandung. Bobotoh tersebar di seluruh Jabar, mulai dari BanjarCiamis,TasikmalayaCirebonKuningan,KarawangBekasi juga yang berada di luar Provinsi Jabar, seperti JakartaTangerang, dan Serang. Bahkan, dari pesan singkat (SMS) yang masuk ke rubrik Apa Kata Bobotoh di harian ini, banyak pengirim SMS yang (mengaku) berasal dari luar negeri seperti Malaysia, Inggris, Amerika serikat, dll. Tiap Persib menjadi tuan rumah, bahkan hanya untuk laga uji coba, stadion selalu membludak. Tidak hanya jumlahnya yang sangat banyak, bobotoh juga memiliki fanatisme yang luar biasa. Kalau dikelola dengan baik, bobotoh akan menjadi kekuatan fantastis tidak hanya berupa dukungan di lapangan, tapi juga bisa menjadi pilar untuk keberlangsungan hidup Persib selepas era-APBD.

-VIKING PERSIB CLUB

Viking Persib fans club sudah ada sebelum organisasi dan kelompok suporter klub lain di Indonesia mulai menjamur pada akhir 1990-an, kelompok suporter Persib dengan jumlah anggota resmi terbesar ini sudah mendeklarasikan diri pada 17 Juli 1993.

-BOMBER

The Bomber mempunyai tujuan untuk mendukung Persib Bandung dalam semua lingkup kegiatannya, mendukung timnas Indonesia dalam kancah persepakbolaan Nasional dan Internasional, bomber juga berkomitmen untuk membangun supporter sepakbola yang kritis,kreatif,tertib,santun,cerdas dan bertanggung jawab demi persib. 

-BOBOTOH ORIENTAL

Bobotoh Oriental merupakan kumpulan bobotoh keturunan etnis Cina. Bobotoh Oriental dengan setia mendukung Persib baik saat Persib sedang diatas maupun sedang terpuruk. Sebagai warga Bandung yang menyukai sepakbola sangatlah wajar jika mengeskpresikannya kepada tim lokal Bandung yakni Persib. Bobotoh Oriental berawal dari sekumpulan anak-anak SMAdi salah satu SMA swasta di Bandung yang sangat menyukai Persib. Mengadakan nonton bareng Persib jika Persib bertanding merupakan salah bentuk dukungan Bobotoh Oriental kepada Persib, karena pada saat itu belum berani untuk menonton langsung ke stadion.

-BOBOTOH LUAR NEGERI

Bobotoh luar negeri merupakan suatu kumpulan bobotoh yang berbasis di luar negeri. Berawal dari sekumpulan warga Indonesia penggemar Persib yang tinggal di Luar indonesia.

-FLOWER CITY CASUALS

Flower City Casual (FCC) yang mengandung arti Casual dari Kota Bandung, merupakan satu dari sekian banyak kelompok suporter Persib yang selalu hadir saat Maung Bandung bertanding di kandang sendiri. Hadir dengan gaya casualnya dan tentu saja didasari kecintaannya terhadap Persib, FCC resmi berdiri pada tahun 2005 yang dipelopori oleh 3 orang pecinta Persib. Karena mempunyai kesamaan hobi dan kecintaan terhadap berbagai hal berbau Inggris atau British, FCC hadir di antara banyak kelompok suporter Persib dan memberikan dukungan positif kepada tim pangeran biru ini. Namun sayangnya kelompol FCC dikabarkan sudah bubar.

-ULTRAS PERSIB

Kelompok ini tidak pernah berhenti menyanyi mendengungkan yel-yeluntuk mendukung maung bandung selama pertandingan berlangsung. Mereka juga rela berdiri sepanjang pertandingan berlangsung, Selain itu pun para mereka paling senang menyalakan flare atau smoke bomb di dalam stadion karena hal itu didorong untuk mencari perhatian, bahwa mereka hadir berbeda di dalam kerumunan manusia di dalam stadion. Ultras Persib-pun mempunyai beberapa kelompok di dalamnya, dan sekarang digabungkan dengan sebuah nama 'Tifosi Persib'.

DLL.

Rabu, 18 Februari 2015

Apa Itu Bobotoh?

Kata bobotoh berasal dari bahasa Sunda yang artinya memberi dukungan, dorongan dan semangat. Istilah ngabobotohan sudah ada sejak lama. Sejak jaman perserikatan siapapun yang mendukung Persib disebut bobotoh, karena pada jaman perserikatan belum ada organisasi fans club seperti saat sekarang.

Saat ini istilah bobotoh masih sering dipakai, meskipun sudah banyak berdiri fans club yang mendukung Persib seperti Viking Fans Club dan Bomber. Istilah bobotoh sendiri pada saat ini sudah menyebar ke seluruh nusantara. Seluruh pencinta sepakbola nasional tahu kalau pendukung Persib Bandung terkenal dengan nama bobotoh.

Namun ada yang perlu diluruskan mengenai sebutan bobotoh. Banyak yang mengira bahwa setiap bobotoh merupakan anggota Viking atau Bomber Fans Club. Padahal anggapan tersebut terbalik. Justru setiap anggota Viking atau Bomber pasti bobotoh, akan tetapi yang namanya bobotoh belum tentu anggota Viking atau Bomber Fans Club

Jumat, 13 Februari 2015

KENANGAN : Rekor Jumlah Penonton , Final Divisi Utama Psms vs Persib era Perserikatan 1985


Tidak ada jumlah detail penonton dari PSSI . Namun , banyak yang menyebut bahwa pertandingan final divisi utama kompetisi perserikatan antara PSMS Medan dengan persib bandung pada 23 febuari 1985 di stadion utama senayan menghasilkan rekor jumlah penonton pertandingan sepakbola di indonesia .

Harian kompas dan majalah tempo menulis pertandingan yang harus diselesaikan melalui adu tendangan penalti tersebut disaksikan oleh 150.000 penonton , sementara tabloid BOLA menulis final diskasikan lebih dari 125.000 penonton.

angka resmi dari panitia ? dari penelusuran , media-media tidak mengabarkan pernyataan resmi panitia meengenai jumlah detail penonton . Tang ada adalah berita keuntungan PSSI dari laga final yakni 280 juta rupiah . Namun, beberapa hari sebelum final panitia mengumumkan bahwa mereka mencetak 106.000 lembar tiket .

Fakta menunjukan bahwa para penonton meluber sampai lintasan atletik , bahkan di beberapa bagian para penonton hanya berjarak beberapa meter saja dari garis tepi lapangan . Jumlah penonton jelas lebih dari 106.000 orang . !!

Meski pertandingan ditayangkan langsung oleh TVRI , tetap saja para suporter PSMS dan Persib membanjiri senayan , dimana puluhan ribu diantaranya datang dari Bandung dan sekitarnya . 


Harian Sore sinar harapan mengabarkan bahwa banyak fan asal bandung yang meminjam uang ke tempat mereka bekerja guna bisa berangkat ke jakarta . " Karena saya tidak memperoleh pinkaman , saya menjual jam tangan saya kepada tetangga , " ujar seorang pegawai dinas kebersihan kodya kepada koran tersebut .Ia mengatakan bahwa dirinya tidak mau melewatkan pertandingan besar ini .

Wajar para bobotoh antusias . Mereka penasaran dengan final dua tahun sebelumnya , dimana persib takluk lewat adu penalti dari PSMS .


Sejak pagi hari para penonton sudah mengantri untuk membeli tiket , dan PSSI baru membuka loket pada pukul 10.00 . Setiap orang hanya boleh membeli empat lembar tiket . Tiket VIP barat dijual seharga 10 ribu rupiah , sementara VIP timur 5 ribu rupiah ,kelas13 ribu , kelas II 2 ribu , dan tiket untuk pelajar dan mahasiswa 500 rupiah .

Yang menarik ,seperti yang ditulis sinar harapan yang beredar beberapa jam sebelum laga final dimulai , saat loket-loket belum dibuka para calo sudah menjual tiket-tiket dengan harga naik 100 persen .


Di lapangan , persib kalah lagi lewat adu penalti setelah sebelumnya mencetak dua gol penyama kedudukan 2-2 dibabak kedua ---satu gol lagi dianulir wasit Djafar Umar karena menilai ada pelanggaran terhadap kiper ponirin meka sebelum robby darwis menyundul masuk bola sepak pojok . 
Ponirin jadi bintang di final dengan menggagalkan penalti adeng hudaya , dede iskandar dan Robby. Namun tendangan mameh sudiono ke kanan gawang sobur yang menentukan kemenangan PSMS . Lgu sing sing so pun berkumandang di senayan

*1985

Jumat, 16 Januari 2015

Jum'at ,071114


Sempat menyesal ketika saya tidak bisa ikut ke palembang karna urusan kerja..
Sedih rasanya tapi yasudah lah ..  ketika saya lihat medsos wah ternyata ada kabar bkal di adakan nonton bareng besar-besaran di jabar  khususnya di bandung yg mayoritas Bobotoh semua

Singkat cerita saya berangkat lah ke tempat nobar bersama bobotoh lainnya untuk menyaksikan laga perjuangan persib , karna ini yang pertama kalinya untuk saya melihat final dan juara , di iringi detak jantung tidak karuan selama pertandingan saya berdoa dan bersyukur tidak henti-hentinya kepada Tuhan

Karna Bagi saya persib bukan sekedar tim bola biasa tapi sudah menjadi Budaya turun menurun yang mendarah daging

Kalo ada yg bertanya
"Kenapa harus menangis cuma karna klub sepak bola. " Jawabannya Cukup tuhan dan aku saja yg tau Sebuah kebahagiaan yang tak akan bisa di ungkapkan dengan kata apapun ...  hanya air mata di pipi yg mampu menjawabnya.. :(

PERSIB merengkuh juara setelah mengalahkan Persipura dalam drama adu penalti berakhir di Stadion Jakabaring, Palembang. Sorak sorai gembira disambut bobotoh. Suara kembang api menggelegar di langit Bandung.

ribuan bobotoh gegap gempita merayakan kemenangan tim berjuluk "Maung Bandung". Bobotoh yang nonton bareng di Balaikota pun sontak saling berpelukan ketika melihat persib berhasil kalahkan persipura di adu finalti padahal tidak saling kenal

"Allaah huakbarr .. Persib juara. ," teriak bobotoh seraya mengusap matanya yg berkaca-kaca

Sementara di berbagai tempat, suara letusan kembang api terus bersahutan menghiasi langit Bandung yang sebelumnya diguyur hujan.

Para bobotoh yang tuntas nonton bareng (nobar) di sejumlah tempat di Bandung juga langsung melakukan aksi konvoi menunggangi sepeda motor dan mobil.

Kabar di media pun muncul Pantauan di Jalan Merdeka, Kota Bandung, ribuan sepeda motor bobotoh menyesaki ruas jalan. Mereka kebanyakan usai nobar di Balaikota Bandung.

Ada bobotoh yg berteriak dari jalan raya "Kita keliling Bandung. Hidup Persib. Juara,"

Gas dipacu meraung-raung. Suara knalpot bersahutan. Malam makin meriah menyambut Persib juara.

Jujur saya baru pertamanya merasakan tim kebanggaan saya juara .. Mungkin bisa di kata generesi ke dua setelah ayah saya. Hehe

Penantian juara selama 19 tahun ini pun tidak disia-siakan bobotoh termasuk saya semua Wajah mereka girang. Iring-iringan sepeda motor terus mengular menuju Alun-alun Bandung. "Hidup Persib! Hidup persib.. " Itu kalimat yg bisa kita suarakan .. ..

#071114 mungkin itu bakalan menjadi digit nomor sejarah untuk anak saya kelak..

"Terima kasih tuhan  sudah memberi kesempatam buat saya merasakan tim kebanggaan juara.. "

Bobotoh Medic

Kelompok suporter bernama  BOBOTOH MEDIC akan menjadi tim medis pertama bagi pendukung PERSIB bandung di kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015. Layanan kesehatan profesional ini, bakal diberikan secara gratis kepada setiap bobotoh.

Ganjar dan beberapa teman seprofesinya adalah pencetus ide berdirinyaBOBOTOH MEDIC.

Tragedi penyerangan suporter di Jakarta kepada bobotoh seusai Persib menjuarai ISL 2014, menjadi alasan kuat.

“saat kita melihat bobotoh yang menjadi korban di Jakarta ketika Persib juara. Kalau pemain ada tim medis, tetapi kalau bobotoh siapa? ”

keorganisasian Bobotoh Medic memang belum secara resmi terbentuk. Rencananya di akhir Januari, Bobotoh Medic yang notabene berprofesi sebagai perawat ini bakal segera melakukan pembentukan organisasi untuk mendapat legalitas. Guna mempermudah akses ke berbagai tempat sebagai tim medis bobotoh,

Laga persahabatan Persib melawan Felda United, Minggu (11/1/2015) lalu menjadi aksi perdana bagi Bobotoh Medic. Pada kali pertamanya ini, mereka satu armada dengan kru ambulans yang disediakan panpel di sekitar Stadion si Jalak Harupat untuk berjaga-jaga.

Bobotoh Medic yang bermarkas di RS Khusus Ibu dan Anak kawasan Astana Anyar ini bakal dipusatkan di beberapa titik lokasi masing-masing tribun stadion. Hal ini guna memudahkan pihaknya untuk memantau keadaan sekitar, sehingga sanggup memberikan respons cepat saat terjadi sesuatu.

Khsus pertandingan HOME Bobotoh medic siapkan 10 petugas di empat tribun. untuk pertandingan biasa. pertandingan besar, bisa dua kali lipat. Selain tim medis (perawat) ada juga dokter.

Obat-obatan menjadi menu utama Bobotoh Medic di setiap tugasnya. Sementara ini, dana tersebut didapat dari hasil sukarela para anggota. Namun demikian, mereka percaya Bobotoh Medic akan menjadi sebuah komunitas besar yang bergerak di bidang sosial.

Keberadaan Bobotoh Medic yang bergerak di bidang kemanusiaan ini, mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Bahkan telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak.

Apalagi, Bobotoh Medical juga selalu sigap membantu apabila terjadi bencana alam. Terakhir mereka mengerahkan pasukannya saat benca banjir di Kabupaten Bandung beberapa waktu lalu…. saluuut :)

KESEHATAN ADALAH NAFAS DARI SETIAP PERJUANGAN”  SEMANGAAAAT!!!

**(Kelak kalian akan di kenang bukan hanya sebagai suporter PERSIB saja tapi Pahlawan bagi setiap nafas perjuangan para bobotoh untuk mendukung PERSIB)**

 

Follow Us

Blogroll

About

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail